DIKSI dan KALIMAT EFEKTIF

Oktober 30, 2011

Setelah membaca artikel yang di dalamnya membahas pilihan kata atau biasa di sebut dengan Diksi. Dimana pengertian dari diksi tersendiri adalah suatu pilihan kata yang di gunakan sesuai keadaan atau kondisi dan dapat juga di gunakan untuk suatu karya seperti karangan tulisan. Apabila kata digunakan dengan tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin di sampaikan, baik lisan maupun tulisan.
Diksi memiliki beberapa hal utama yang harus diperhatikan yaitu :
a.       Memilih kata yang mencakup pengertian kata-kata, sehingga dapat membantu dalam menyampaikan gagasan-gagasan, pengelompokan kata,serta harus memahami kondisi yang sedang di jalani.
b.      Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin di sampaikan,dengan situasi dan nilai yang dimiliki kelompok  masyarakat yang berperan s ebagai pendengar.
c.       Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa. (http://adegustiann.blogsome.com)
Fungsi diksi :
a.       Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
b.      Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
c.       Menciptakan komunikasi yang baik dan benar.
d.      Menciptakan suasana yang tepat.
e.       Mencegah perbedaan penafsiran.
f.       Mencegah salah pemahaman.
g.      Mengefektifkan pencapaian target komunikasi

Kalimat efektif
Suatu kalimat dapat diaktakan efektif jika isi dalam kalimat tersebut mencangkup dua syarat utama diantaranya yaitu :
o   Struktur kalimat efektif
o   Sayrat atau ciriri-ciri kalimat efektif


Struktur kalimat efektif diantaranya

Kalimat Umum
Unsur-unsur yang didalamnya membangaunn sebuah kalimat yang dapat dibedakan menjadi dua yaitu unsure wajib dan unsur tidak wajib.
·         Unsure wajib adalah unsure yang harus ada dalam sebuah kalimat SPO (subjek, predikat, objek).
·         Unsure tidak wajib yaitu keterangan kata kerja bantu yang terkandung dalam kalimat yang akan dibuat yaitu tempat, waktu, cara, dan lain sebagainya.

 Kalimat Paralel
Yang dimaksud kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah penggunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Jika sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengna frase (kelompok kata), maka ide-ide yang sederajat harus dinyatakan dengan frase. Jika sebuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan kata benda, maka ide lain yang sederajat harus dengan kata benda juga. Demikian juga halnya bila sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengan kata kerja, maka ide lainnya yang sederajat harus dinyatakan dengan jenis kata yang sama.
a. Kesejajaran Bentuk
Imbuhan digunakan untuk membentuk kata berperan dalam menentukan kesejajaran. Berikut ini contoh yang memperlihatkan ketidaksejajaran bentuk.

a.  Kegiatannya meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.
b. Kesejajaran Makna
1. Dia berpukul-pukul.
Kata berpukul-pukul bermakana ‘saling pukul’. Hal itu berarti pelakunya harus lebih dari satu. Karena kata dia bermakba tunggal, subjek kalimat (1) itu perlu diubah, misalnya menjadi mereka, atau kalimat itu perlu ditambahkan kterangan komitatif (penyerta).

c. Kesejajaran dalam Perincian Pilihan
Kadang-kadang soal ujian dibuat dalam bentuk pilihan ganda. Soal yang baik harus memuat perincian pilihan yang sejajar sehingga memberi peluang yang sama untuk dipilih. Berikut ini contoh perincian pilihan yang tidak sejajar.
1. Pemasangan telepon akan meyebabkan.
a. melancarkan tugas
b. menambah wibawa
c. meningkatkan pengeluaran.
Syarat  atau ciri-ciri kalimat efektif
a.       Kesatuan (unity)
Kesatuan kalimat yang dapat dibentuk jika memiliki keselarasan antara subjek-predikat-objek-keterangan (SPOK). Dalam penulisan tampak kalimat-kalimat yang panjang mempunyai Subjek dan Predikat. Adapula kalimat yangs ecara gramatikal mempunyai subjek yang di antarkan oleh pratikel.
b.      Kehematan (economy)
Kehematan adalah hbungan jumulah kata yang digunakan dengan luas jangkauan makna yang diacu. Dimana kalimat dikatakan hemat bilamana berapa kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar.Untuk penghematan kata-kata hal-hal berikut perlu diperhatikan :
- Mengulang subjek kalimat
- Hiponim dihindarkan
- Pemkaian kata depan ‘dari’ dan ‘daripada’.






You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe