PENGERTIAN ETIKA PROFESI, PROFESIONALISME, KODE ETIK PROFESI

April 23, 2013


Etika merupakan cakupan dari analisiAs dan penerapan konsep seperti benar – salah, baik-buruk, dan tanggung jawab. Dimana etika merupakan kata yang berasal dari bahasa yunani. Yang berati dari kebiasaan.
Sifat-sifat Etika:
1    Non-emprisFilsafat: digolongkan sebagai ilmu non empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret.
2.      Praktis cabang-cabang filsafat : berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”.

Profesi
            Profesi adlah suatu pekerjaan yang melaksanakan tuganya memerlukan atau menuntut keahlian, menggunakn teknik ilmiah,serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus. Dimana setiap seseorang yang menekuni suatu profesi bisa dikatakan dia adalah seseorang yang profesional.

Etika Profesi
            Sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. (Suhrawandi Lubis,1994:6-7)
           
            Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
1.     Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
2.     Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
3.     Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi
Profesionalisme
            Merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi. Profesional mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan sebagai sumber kehidupan.
            Profesi sering kali kita artikan sebgai pekerjaan kita sehari-hari. Namun profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalu persiapan dan latihan, tetapi dalam arti “profession” terpaku juaga suatu panggilan. Dimana profesional harus memadukan diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya dan juga kematanga etik.
Ciri-ciri Profesionalisme:
1.      Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil ( perfectresult), sehingga kita dituntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2.      Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja dimana didapati dari pengalaman dan kebiasaan.
3.      Profesionalisme menuntut ketekunan dan kesabaran, dimana sifat tidak mudah puas atau putus asa mencapai target.
4.      Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak bisa tergoyahkan oleh keadaan terpaksa atau kenikmatan hidup.
5.      Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
      Dapat disimpulkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional,dimana harus memiliki kriteria-kriteria yang mendasarinya.dapat  Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensikompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.
Kode Etik Profesi
      Kode adalah tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan auatu organisasi. Kode juga dpat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
      Kode etik yaitu norma yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tinngkah laku sehari-hari dimasyarakat maupun ditempat kerja.
      Menurut UU no.8( pokok-pokok kepegawaian) kode etik profesi adalah “pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi sebenarnya tidak merupaka suatu hal yang baru.  Salah satu contoh tertu adalah SUMPAH HIPOKRATES yang dipandang sebagai kode etik bisa dilihat sebagai produk etika terapan.
      Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik.

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK :
a. Sanksi moral
b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi
Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional
TUJUAN KODE ETIK PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluh organisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik.
Suatu gejala agak baru adalah bahwa sekarang ini perusahaan-perusahan swasta cenderung membuat kode etik sendiri. Rasanya dengan itu mereka ingin memamerkan mutu etisnya dan sekaligus meningkatkan kredibilitasnya dan karena itu pada prinsipnya patut dinilai positif.

Sumber :
http://obyramadhani.wordpress.com/2010/02/26/bab-2-pengertian-profesi-dan-profesionalisme/



You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe